Rabu, 12 Mei 2010

perjalananku

aku berjalan sendiri setelah menunggu 10 menit taxi yang tak lewat-lewat di depan kampusku..
aku berjalan menyusuri jalan kecil tepat di samping kampusku tercinta..
pikiranku melayang memikirkan hal yang aku bingung mengapa aku bisa berpikiran seperti itu.
dengan langkah lambat dan berat,sebari aku memeluk tas laptopku dan mengendong tas ranselku,
pakaianku yang senada dengan tas ransel serta tas laptop.. aku menyusuri jalanku tersebut..
pikiran ku masih berkutat dengan apa yang aku pikirkan..
mengapa? 
ada apa denganku ?
mengapa begitu banyak perbedaan ?
mengapa seperti ini? 
perbedaan yang berlawanan, dan berbenturan..
aku yakin bila aku ceritakan apa yang telah aku pikirkan kepadanya,ia pasti akan membuatku percaya terhadap pembelaanya... dan itulah aku.. yang tidak bisa di kalahkan olehnya..
ku masih berjalan mengikuti jalan tersebut sesekali melihat apakah ada tukang ojek agar aku bisa lepas dari kesendirian dan pikiranku itu.

ku melihat ke kanan dan kiriku tak ada ojek ataupun taksi yang lalu lalang.. dan aku memutuskan untuk tetap berjalan dan membiarkan pikiranku melayang..

saat aku berjalan aku berharap dia ada di sisiku saat itu agar aku bisa terlepas dari pesimisme ku ini,,,
sejak aku bekerja part time di suatu tempat, kami jarang berbicara hati ke hati 
karna ketidak adaan wktu, aku berharap saat pesimismeku kambuh dia di sisiku dan menggenggam tanganku 
sehingga aku yakin pesimisme itu hanya ada di dalam pikiranku semata,,,

aku tetap merenung karena apa yang aku inginkan hanyalah imajinasi belaka,
mengharapkan ia mengelus rambutku dan menatapku dan tersenyum dan berkata "semuanya akan baik-baik saja"

hufh apa yang aku pikirkan??

dia tidak di sini..

pesimisku memuncak dan membuat diriku memikirkan
"bila dia tidak jadi miliku lagi?? apa yang akan terjadi?? apa akan lebih baik?? atau malah memperburuk keadaan??"

tapi pikiran tersebut di kalahkan dengan rasa takut kehilangan dia.. di kalahkan rasa ingin memiliki dia..

aku tetap berjalan menyusuri jalanan yang ramai.. tetapi di pikiranku yang sepi aku hanya mendengar suara pikiranku sndiri..

saat aku melihat sekeliling aku melihat temanku linda dan pacarnya tejo tersenyum menyapaku dan aku membalas menyapa mereka dengan senyuman pula..

saat itu aku iri dengan mereka,... dan bertanya kembali mengapa ia tidak ada di sini??
apakah ini di karenakan rasa kangen ku padanya ?? mungkin!!

hmm...
perjalananku berakhir saat aku melihat seorang ibu-ibu sedang membayar ojek
aku cepat" emnunggu di sampingnya untuk mengetag ojek tersebut agar aku bisa terlepas dari pikiran pesimisme ku ituu... 

setelah tawar menawar dan tawaranku di setujui aku langsung melesat menuju rumah yang aku tempati dan bernapas lega dapat kabur dari pikiran pesimismeku..
ALHAMDULILLAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar